Minggu, 04 Maret 2012

Cukup Cintai Ia Dalam Diam


Seseorang pernah mengukir untaian baris kata:
“ bila belum siap melangkah labih jauh dengan seseorang cukup cintai ia dalam diam....”
Karena diammu adalah bukti cintamu padanya...
Kau ingin memuliakan dia dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, karena kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu...
Menghindarkan dirimu dari hal- hal yang akan merusak izzah dan iffahmu...
Karena diammu adalah bukti kesetiaanmu padanya...
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLOH pilihkan untukmu...
Ingatlah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali?
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan.
Hingga pada akirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah..
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan..
Kakuatan harapan...
Hingga mungkin saja ALLOH akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata...
Bukankah ALLOH tak pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya?
Dan jika memang “cinta dalam diammu” itu memiliki kesempatan untuk berbicar di dunia nyata biarkan ia tetap diam..
Jika dia memang bukan milikmu, toh ALLOH melalui waktu akan menghapus “cinta dalam diammu” itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat.
Biarkan “ cinta dalam diammu” itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dan Sang Pemilik hatimu, hanya antara kau dan Dia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar