Kamis, 11 September 2014

10092014

berhentilah menangis, dunia takkan mendengar tangisanmu
berhentilah bersedih,dunia takjan mnjd indah dengan kesedihanmu

Kamis, 03 Juli 2014

cieee ciee ciee

aq mencintaimu dgn sungguh
aq mengharapkanku lebih dari yg kau tau
andaipun harus pergi
bukan berarti cinta ini tak ada lagi
sungguh cinta ini pernah ada
dan tetap ada untukku
seindah apapun crita yg kelak ingin ku kenang
hanya Tuhan yg sungguh lebih pantas menulisnya
apalah daya raga ini jika sesungguhnya raga inipun tak benar2 milikku
apa dayaku tuk memilih jika Tuhanku tlah berkehendak
aq berdoa untuk mu dan diriku
Tuhan ciptakan kisah paling indah untuk kamii.. :D

Rabu, 12 Februari 2014

Kesabaran tak pernah menerangkan apa- apa

Hantu- Hantu
Apa yang membuatmu gemetar kini
Malam hanya sesuatu yang kerap lewat
Apa yang belum kau ketahui tentang perihnya
Kekasih yang dengki, teman yang pudar di angkasa

Kaulah seorang yang tak pernah menyelesaikan sesuatu
Karena segala sesuatu terbelah di kepalamu

Apa yang membuatmu ragu- ragu di hadapan masa lalu
Penyesalan adalah binatang yang tangguh
Dengan cakarnya berjalan tegap di bawah kulit
Dan membuatmu terluka

Sekarang, rasakan irisannya
Rasakan irisannya yang samar pada darahmu
Kebencian pada ayah dan kecemburuan pada ibu
Rasa asing di antara saudara- saudaramu
Rumah- rumah yang menyalakan keputusasaan
Lampu- lampu telah padam, kekasihku
Biarkan aku menyelesaikan malam
Dengan menuliskan baris- baris ini
Dan mengalirkan mayatmu ke dalam mimpi

Bagaimana aku merindukanmu setelah ini
Hidup di tengah hantu dan kampung halaman
Tak ada yang aku sanggup tinggalkan
Lampu yang kamu padamkan
Suaramu di pagi hari

Atau kekecewaanku sendiri
Ketika meninggalkan rumah diam- diam
Dan tahu tak ada yang mengejarku
Selain angin,, selain bercak- bercak hujan
Yang bertahan cukup lama di kepalaku

Aku selalu ingin kembali dari simpang jalan itu
Dan menangis sepuas- puasnya
Aku ingin memukuli tubuhmu keras- keras
Sebab kesabaran tak pernah menerangkan apa- apa


Maut yang tipis di dekat leherku
Siapa yang sungguh mengenalmu
Kamu selalu terpejam
Sejumlah buku di dalam tubuhmu, penuh catatan
Tak pernah bisa ku baca

Nama- nama dusta- dusta
Aku hanya tak ingin menyakiti siapapun
Tidak juga diriku, dengan kesedihanmu, ketakutanmu
Dan ketakutanku pada kesedihan

Aku telah berhenti berdoa
Dan aku tak bisa memilikimu, tiba- tiba:
Gerimis pagi, hatimu yang terluka
Betapa yang kumiliki akan melemahkanmu

Aku mengandalkan cuaca dan hati yang didinginkan
Aku bertahan dengan tidur dan mencintai yang kabur
Dan aku tak bisa kehilanganmu tiba- tiba:
Cintamu yang perlahan; ayat- ayat
Yang membuatku mengenang semua Tuhan

Aku bisa menangis sepuas- puasnya
Atau mengetuk pintu rumah semua teman dan menceritakan
Betapa malam telah menganiayaku sepanjang perjalanan ini
Atau betapa perjalanan ini telah menganiayaku
Sepanjang malam

Aku bisa menghabiskan semua kretek yang kaupunya
Dan memesan bergelas- gelas kopi
Untuk kupandangi sampai dingin
Dan aku bisa membawanya berlari
Melintasi semua horor di kepalaku
Aku bisa menelan semua amoxicillin
Yang tersimpan dii lemariku bertahun- tahun
Atau menantang seluruh mimpi buruk dalam tidurku
Aku bisaa membuat pintu- pintu kabut membawaku
Pulang, ke pagi- pagi
Dimana tak seorang pun peduli pada kerinduanku pada masa depan
Dimana semua orang menyayangiku dan membuatku ketakutan

Ia yang ku cari berada di sini dan tak kemana- mana
Tapi betapa aku bisa kehilangan dirinya
Betapa aku menginginkannya tapi tak tahu untuk apa
Betsapa aku mencintainya dan tak tahu caranya
Betapa aku selalu mencintai sesuatu yang tak bisa ku pahami

Berapa banyak yang bisa kuambil
Dari gerimis
Bangunan mana yang berbicara tentang diriku
Jalan mana menuju rumah masa lalu

Aku tak menemukan kuburku di setiap gang
Pikianku menjadi hantu, tak bisa kembali ke mana- mana
Udara adalah temanku yang kudus
Yang ku hirup dan ku lepaskan
Ia kini  memikul dosa- dosa ibunya dari kejauhan
Tercemar oleh duka dan membuatku kembali hidup
Kembali sekarat

Seandainya aku seoarang putra
Seandainya aku hanya orang yang dicintai

Lihatlah betapa banyak yang diambil dari diriku
Aku bhkan tak bisa memiliki airmataku sendiri
Yang meluncur deras dan menenggelamkan seluruh kota

Aku mendengar suaramu sekali
Jauh sebelum kita bertemu dan tak pernah bertemu lagi
Ruang- ruang dibekukan oleh jarak; hatiku dipenuhi
Pertanyaan- ertanyaan palsu tentang dunia

Malam ini gema dari suara itu
Melumpuhkan pikiran buruk tentang daun- daun gugur
Membuatku pincang dan merindukan rumah

Dimanakan diriku
Selain memudar dalam fiksi- fiksi gagal
Tentang keluarga di manakah kamu?

Bagaimana sesorang dapat memahami kesedihan
Yang tak dikenalnya; kehilangan yang sederhana?
Setiap orang messiah bagi dirinya sndiri
Tak ada jalan keluar

Kamu membangunkanku pagi- pagi
Dengan tangan yang nyata dan pasti
Aku tak punya kebiasaan itu lagi
Masuklah ke dalam selimutku menjelang fajar
Dan jadilah mimpi ketika aku lelap
Makin buruk makin baik, aku akan hidup tanpa kejutan

“ mama sudah gila, lebih baik tidak bertemu lagi
Lagipula dia cantik dan terluka, dia sempurna
Aku akan keluar; itu sebuah kebiasaan”
Aku berjalan dengan pakaian lengkap musim dingin
Mencari- cari cacat untuk ku catat
Hujan hanya rintik- rintik, aku hanya ingat angka- angka
Tak seoarang pun bernama angka

Hanya hujan rintik- rintik, aku berjalan seperti kalender
Tak ada mantan pacar atau kawan lama
Seluruh kota telah menjadi barang bekas

-Dina Oktaviani

Ku coba menuliskan sesuatu

Lanskap Dalam
Kucoba menuliskan sesuatu
Dan berdoa untukmu
Agar kamu dapat memaafkanku
Dari tempat yang jauh

Di kepalaku, barisan lagu- lagu
Yang akan mengikat erat  dengan bayangmu

Kutatap lanskap di luar jendela,
Memanggil – manggil nafasmu
Yang begitu ku kenal, tapi tak lagi
Menyentuh hidungku

Tetapi tetap ku rindukan kamu
Bagai perjalanan mencekam
Sebuah kereta dari kota ke kota
Yang tak dapat kuhentikan

Ku coba menuliskan sesuatu
Dan berdoa untukmu
Agar kamu dapat memaafkan
Cintamu kepadaku’

Tetapi semua bahasa
Dan keyakinan
Lari dari kesunyianku

Mengapa kepala berada di atas jantung?
Hingga dadaku yang ringkih
Tak dapat mendebarkan telingamu
Tanpa merendahkan wajahmu?
Malm ini
Kelaparan merusakkan hatiku
Kemiskinan hati
Memerihkan lambungku

Tak ada orang lain diluar diriku
Kecuali orang- orang yang ku cintai
Kecuali orang- orang yang menjauh
Dari diriku

-Dina Oktaviani

Selasa, 04 Februari 2014

hilang

Dinginku ini bukan tak berarti kepada dirimu
 Ku pernah kecewa dan hatiku pernah terluka
 Walau kamu tak tahu 
Memang salahku ku pernah membuka pintu hati ini 
Meski tak mungkin bisa aku dan kamu Untuk selama-lamanya 
Kini ku akan pergi menghilang dari hidupmu 
Jangan pernah menangis sayang 
Bila saatnya tiba ku tak di sini 
Jangan pernah sesali apa yang telah terjadi 
Kini ku menghilang dan aku pun harus pergi 
Maafkan sayang 
Aku tak pernah bisa jadi milik kamu 
Dan pastinya kamu pun takkan pernah bisa 
Jadi milikku jua 
Kini ku akan pergi menghilang dari hidupmu 
Jangan pernah menangis sayang 
Bila saatnya tiba ku tak di sini 
Jangan pernah sesali apa yang telah terjadi 
Kini ku menghilang dan aku pun harus pergi, pergi Jangan pernah menangis sayang 
Bila saatnya tiba ku tak di sini 
Jangan pernah sesali apa yang telah terjadi 
Kini ku menghilang dan aku pun harus pergi 
(Jangan) jangan (pernah menangis sayang) pernah menangis sayang 
(Bila saatnya tiba ku tak di sini) ku tak di sini 
(Jangan pernah sesali apa yang telah terjadi) terjadi 
(Kini ku) kini ku (menghilang dan aku pun harus pergi) pergi, pergi 

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2012/10/lirik-lagu-mulan-jameela-hilang.html

Senin, 03 Februari 2014

bukan balita

bukan berarti sikap ini seperti sikap anak- anak
menangis karena sendirian
menagis karena tak ada yg sayang
ini adalah pelampiasaan
pelampiasan atas betapa putus asanya aq
putus asa dengan kemalasanq
aq memang takut sendirian